JunkFood

Sebuah trend makanan di zaman modern yang menarik kalangan remaja.

Makanan Timur

Tidak hanya diluar negeri, kini di daerah jawa timur seperti gresik pun banyak diperjualkan dan ramai peminat.

Breakfast

Cocok untuk mengisi perut di pagi hari

This is default featured slide 4 title

Sebuah malam yang menyegarkan ditambah dengan snack yang mengenyangkan

Steak

Potongan daging yang sempurna, dipanggang dengan cinta

Rabu, 01 Januari 2025

15 Makanan Khas Banten Paling Nikmat, Wajib untuk Dicoba!

 

15 Makanan Khas Banten Paling Nikmat, Wajib untuk Dicoba!

Ada rabeg, sate bandeng, angeun lada, dan masih banyak lagi
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita Putri
Disunting oleh Amelia Riskita Putri

Ada berbagai makanan khas Banten yang menggugah selera.

Setiap hidangan khas di Banten mencerminkan tradisi dan budaya masyarakat setempat, sehingga kulinernya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas daerah ini.

Dari jajanan pasar hingga hidangan utama, cita rasa kuliner Banten tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga sarat makna dan sejarah.

Makanan Khas Banten

Nah, penasaran apa saja makanan khas Banten yang bisa dicoba? Simak penjelasannya berikut ini, yuk!

1. Pecak Bandeng

Pecak Bandeng
Foto: Pecak Bandeng (Cookpad.com/Lionie1305)

Pecak bandeng adalah salah satu makanan khas Banten yang terkenal dengan cita rasa pedas dan segar.

Hidangan ini memadukan gurihnya ikan bandeng dengan sambal pecak, yaitu sambal khas yang diberi perasan jeruk nipis untuk memberikan rasa asam menyegarkan.

Bagi Moms yang merupakan pencinta kuliner pedas, pecak bandeng wajib dicoba saat berkunjung ke Banten.

2. Nasi Bakar Sumsum

Nasi Bakar Sumsum
Foto: Nasi Bakar Sumsum (Indonesiakaya.com)

Nasi bakar sumsum adalah hidangan yang menggabungkan nasi yang diisi dengan sumsum tulang sapi, kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar hingga harum.

Saat dibakar, sumsum yang lumer akan menyatu dengan nasi, sehingga memberikan sensasi gurih dan lembut di setiap suapan.

Nasi bakar sumsum juga sering disajikan dengan pelengkap seperti sambal dan lalapan.

3. Ketan Bintul

Ketan Bintul
Foto: Ketan Bintul (Cookpad.com/haecony)

Hidangan ini terbuat dari beras ketan yang ditanak hingga matang, kemudian dicampur dengan serundeng kelapa berbumbu.

Ketan bintul bukan sekadar makanan ringan biasa karena dulunya, hidangan ini menjadi favorit Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan pertama Banten, terutama sebagai menu berbuka puasa.

Hingga kini, ketan bintul tetap menjadi sajian ikonik saat Ramadan.

4. Opak

Opak
Foto: Opak (Cookpad.com/desmawatikuretangin)

ADVERTISEMENT

webtorial-nestle-asupan-gizi-untuk-mencegah-stunting

Opak adalah salah satu makanan khas Banten yang dikenal sebagai camilan tradisional dengan cita rasa gurih dan renyah.

Terbuat dari bahan dasar tepung beras, ketan, atau singkong, adonan opak diproses secara tradisional hingga menghasilkan tekstur yang renyah saat digigit.

Makanan ini populer di kalangan masyarakat Banten sebagai pelengkap saat berkumpul, terutama pada acara keluarga atau perayaan adat.

5. Kue Jojorong

Kue Jojorong
Foto: Kue Jojorong (Cookpad.com/ratnapuspitta18)

Makanan khas Banten lainnya adalah kue jojorong yang disajikan menggunakan daun pisang.

Bahan dasar untuk membuat kue jojorong meliputi tepung beras, tepung kanji, gula merah, dan santan.

Kue ini terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan putih di bagian atas yang terbuat dari campuran tepung beras dan santan, dan lapisan bawah dari gula merah cair.

Saat dikukus, kedua lapisan tersebut melebur dengan sempurna, sehingga menghasilkan rasa yang manis sekaligus gurih saat disantap.

Baca Juga: 3 Resep Rabeg Kambing, Makanan Khas Serang Banten

6. Gipang

Gipang
Foto: Gipang (Cookpad.com/bintisae)

Gipang terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan gula cair dan kadang ditambahkan bahan-bahan lain seperti air asam untuk memberikan sedikit rasa segar.

Beras ketan yang digunakan bisa berupa ketan putih atau ketan merah, memberikan variasi warna dan rasa.

Saat ini, gipang juga hadir dalam berbagai varian rasa, seperti pandan, kacang, hingga selai kacang.

Ciri khas dari gipang adalah perpaduan teksturnya yang renyah di luar namun sedikit lengket di dalam, terutama karena penggunaan gula cair sebagai perekat.

Proses pembuatan gipang cukup unik karena ketan yang telah dimasak dipadatkan dan dibiarkan hingga mengeras, lalu dipotong dalam bentuk persegi panjang.

7. Sate Bandeng

Sate Bandeng
Foto: Sate Bandeng (Ppid.serangkota.go.id)

Sate bandeng sudah ada sejak masa Sultan Maulana Hasanuddin, sultan pertama Kesultanan Banten, sekitar abad ke-16.

Pada awalnya, hidangan ini diciptakan untuk menyiasati banyaknya duri pada ikan bandeng agar lebih aman dan mudah dinikmati oleh bangsawan kerajaan.

Proses pembuatan sate bandeng cukup rumit dan memerlukan ketelatenan.

Sebab, daging ikan bandeng harus dipisahkan dari kulit dan durinya, kemudian dicampur dengan bumbu rempah seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, santan, dan gula merah.

Setelah itu, adonan ikan tersebut dikembalikan ke dalam kulit bandeng, dibentuk memanjang, dan dijepit menggunakan bilah bambu.

Proses terakhir adalah memanggangnya hingga matang sempurna dan menghasilkan aroma khas serta rasa yang gurih.

8. Angeun Lada

Angeun Lada
Foto: Angeun Lada (Cookpad.com/HeniSuryani)

Sesuai dengan namanya, "angeun" berarti sayur, dan "lada" merujuk pada cabai atau rasa pedas.

Komposisi utama angeun lada adalah jeroan sapi, seperti babat, hati, usus, atau limpa, yang diolah bersama bumbu rempah khas.

Hidangan ini juga menggunakan daun walang, yang memberikan aroma unik seperti serangga walang sangit.

Angeun lada menjadi menu wajib masyarakat Banten, terutama pada momen-momen istimewa seperti perayaan Idulfitri, hajatan, atau acara kumpul keluarga.

9. Leumeung

Leumeung
Foto: Leumeung (Budaya-indonesia.org)

Leumeung terbuat dari beras ketan yang dimasak bersama santan, kemudian dibungkus dengan daun pisang dan dimasukkan ke dalam bambu untuk dibakar.

Makanan ini semakin nikmat ketika disajikan dengan tambahan lauk seperti telur asin atau serundeng kelapa.

Leumeung biasanya disajikan dalam acara-acara adat atau dijadikan oleh-oleh khas dari wilayah Pandeglang dan sekitarnya.

10. Pasung Merah

Pasung Merah
Foto: Pasung Merah (Cookpad.com/Thea Priestiashanti)

Pasung merah adalah salah satu kue tradisional khas Banten yang dibuat dari perpaduan tepung beras, tepung sagu, santan, dan gula merah.

Keunikan pasung merah terletak pada warnanya yang merah kecokelatan dari gula merah, serta cara pembuatannya yang dibungkus dengan daun pisang.

Kue ini memiliki dua lapisan, yaitu lapisan gula merah di dasar dan lapisan santan di atasnya.

Kombinasi rasa manis dari gula merah dan gurihnya santan membuat Pasung Merah menjadi kudapan favorit masyarakat Banten.

11. Rabeg

Rabeg
Foto: Rabeg (Cookpad.com/oohbani)

Rabeg adalah salah satu makanan khas Banten yang terbuat dari daging kambing atau sapi, termasuk jeroannya, yang dimasak dengan kuah kaya rempah seperti lada, jahe, bawang merah, dan kayu manis.

Cita rasanya cenderung manis, gurih, dan sedikit pedas. Ini mencerminkan pengaruh kuliner Timur Tengah dalam budaya kuliner Banten.

Melansir laman Indonesia Kaya, rabeg memiliki sejarah yang erat dengan Kesultanan Banten.

Konon, hidangan ini pertama kali diperkenalkan oleh Sultan Maulana Hasanuddin setelah ia kembali dari perjalanan haji ke Kota Rabigh di Arab Saudi.

Terinspirasi oleh hidangan di sana, sultan meminta juru masak istana untuk menciptakan makanan serupa.

Sejak saat itu, rabeg menjadi sajian istimewa dalam tradisi kuliner Banten, terutama untuk keluarga bangsawan dan pada acara-acara penting.

Hingga kini, rabeg masih populer dan sering ditemukan di berbagai warung makan di Serang dan Cilegon.

Makanan ini kerap dihidangkan pada acara hajatan dan perayaan, seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

12. Sayur Besan

Sayur Besan
Foto: Sayur Besan (Tangerangkota.go.id)

Sayur besan umumnya disajikan sebagai bagian dari prosesi pernikahan, khususnya dalam acara pertukaran hantaran antara keluarga mempelai pria dan wanita.

Nama “besan” sendiri merujuk pada hubungan antara dua keluarga yang dipersatukan oleh pernikahan, sehingga sayur ini menjadi simbol persaudaraan dan kerukunan.

Bahan utamanya adalah terubuk, sejenis sayuran langka yang menyerupai tebu muda dan memberikan tekstur unik pada hidangan ini.

Selain itu, sayur besan biasanya dilengkapi dengan pelengkap seperti bihun, kentang, petai, dan daging sapi, yang dimasak dengan kuah kuning berbumbu kunyit.

Bumbu aromatik seperti daun salam dan serai juga ditambahkan untuk memperkaya rasanya.

13. Laksa

Laksa Banten
Foto: Laksa Banten (Indonesiakaya.com)

Laksa merupakan makanan khas Banten yang mencerminkan pengaruh budaya lokal dan kuliner Asia Tenggara, dengan ciri khas kuah santan kental berwarna kuning atau oranye berempah.

Laksa Banten menggunakan berbagai bahan tradisional seperti bihun atau mie soun, serta daging ayam atau udang, telur rebus, tauge, dan potongan tahu sebagai pelengkapnya.

Hidangan ini biasanya disajikan panas dengan taburan bawang goreng dan daun kucai untuk memperkuat aromanya.

14. Sate Bebek

Sate Bebek
Foto: Sate Bebek (Cookpad.com/eyangbima)

Sate bebek merupakan salah satu makanan khas Banten yang menawarkan cita rasa berbeda dari olahan sate pada umumnya.

Dibuat dengan bahan utama daging bebek, hidangan ini terkenal dengan teksturnya yang empuk dan aroma rempah yang kuat.

Berbeda dengan sate ayam atau kambing, proses pengolahan sate bebek membutuhkan waktu lebih lama agar dagingnya tidak berbau amis dan memiliki tekstur lembut.

Sate bebek kerap ditemukan di berbagai acara adat, perayaan, atau sebagai sajian spesial di restoran-restoran lokal.

15. Sambal Buroq

Sambal Buroq
Foto: Sambal Buroq (Cookpad.com/Corrie Permadi)

Makanan khas Banten lainnya yakni sambal buroq yang menggunakan bahan utama kulit melinjo atau kulit buah tangkil yang sudah tua dan berwarna merah.

Sambal buroq tak hanya pedas, tetapi juga memberikan rasa gurih khas, sehingga menjadi pendamping yang sempurna untuk berbagai makanan, terutama hidangan khas Banten seperti rabeg.

Makanan khas DKI Jakarta

 

15 Jajanan Khas Jakarta yang Harus Kamu Ta

Jakarta disebut sebagai megapolitan dengan isi kota yang serba modern. Namun siapa sangka, Jakarta memiliki aneka makanan khas yang saat ini hampir terlupakan. Mungkin banyak yang tidak tahu kalau makanan khas Jakarta memiliki cita rasa yang lezat. Apa saja jajanan khas Jakarta yang bisa dicicipi? Yuk, simak artikel ini sampai tuntas!

Banyaknya Penduduk Menjadikan Jajanan di Jakarta Sangat Beragam

Sumber gambar www.dapurocha.com

Apa sih, yang terlintas di pikiran kamu kala mendengar kata Jakarta? Sebagai ibu kota negara tercinta, pastinya Jakarta menjadi pusat perekonomian yang selalu ramai oleh aktivitas penduduknya.

Bicara soal penduduk Jakarta pasti bejibun banyaknya. Ini karena penduduk luar Jakarta banyak yang pindah ke ibu kota demi untuk mengadu nasib.

Banyaknya penduduk di Jakarta baik penduduk asli maupun pendatang ternyata mampu memengaruhi kuliner yang ada di Jakarta. Kala mengunjungi Jakarta, kamu akan disuguhkan jajanan beragam yang unik dan menggoda untuk dicicipi.

Banyaknya penduduk Jakarta yang beragam mendorong jajanannya jadi lebih bervariasi juga. Kamu jangan sampai lewatkan cita rasa unik yang disuguhkan jajanan khas Jakarta, ya. Ingin tahu lebih mendalam mengenai jajanan Jakarta? BP-Guide akan memandu kamu mengetahui deretan jajanan Jakarta yang serba nikmat.

Seperti Kota Lain, Jakarta Juga Punya Jajanan Khasnya, Lho

Sumber gambar www.beepdo.com

Kalau kamu gemar berwisata kuliner, kamu tak boleh lewatkan Jakarta sebagiai destinasi kamu. Jangan salah lho, di Jakarta bukan hanya ada banjir dan polusi saja namun juga deretan kuliner nikmat yang bisa kamu coba.

Kalau berjalan-jalan ke Jakarta, sempatkan mencicipi deretan kuliner jajan khasnya, ya. Yuk, intip apa saja jajanan khas dari Jakarta bersama BP-Guide.

Apa Saja Jajanan Khas Jakarta? Yuk, Kita Kenali Lebih Jauh

Roti Buaya

Sumber gambar www.bukalapak.com

Jajanan khas Jakarta yang akan kita bahas pertama kalinya adalah roti buaya. Jajanan satu ini paling khas karena biasa ditemui pada saat acara pernikahan adat khas dari Betawi. Roti buaya ini dianggap sebagai pernyataan cinta dari mempelai pria pada calon istri sebagai simbol cintanya.

Bentuk rotinya memang sengaja dipilih bentuk hewan buaya ini karena buaya memiliki perilaku setia yakni hanya kawin sekali seumur hidupnya. Roti buaya untuk event pernikahan dibuat sepasang karena menyimbolkan kesetiaan dalam berumah tangga. Untuk isian rotinya bisa beraneka ragam sesuai selera.

Roti dengan tekstur empuk dan lembut ini nikmat banget, lho. Kamu bisa pesan langsung pada website Roti Buaya Jakarta dengan ukuran setengah meter. Harga rotinya dijual sepasang yakni Rp 200.000.

Dodol Betawi

Sumber gambar www.ilotte.com

Jajanan lain khas Jakarta yang banyak ditemukan kala ada perayaan tertentu adalah dodol. Ya, makanan satu ini bisa juga dijadikan camilan sehari-hari, namun saat ini kebanyakan hanya muncul pada perayaan atau pesta saja. Kamu bisa membeli dodol betawi ini di pasar atau secara online.

Dodol betawi sangat populer dan banyak peminatnya. Dengan tekstur kenyal, jajanan ini terasa manis dan nikmat. Rasa dari dodol ditentukan dari komposisi dan jumlah bahan serta cara pembuatannya.

Meski pembuatannya rumit, tak membuat jajanan khas ini dibanderol harga mahal. Kamu bisa memperolehnya di toko online Khas Jakarta dengan harga Rp 35.000. Kamu akan mendapat isi 2 lonjor per pack dengan bobot 400 gram.

Kue Kembang Goyang

Sumber gambar readingsocially.com

Kembang goyang merupakan jajanan tradisional dari Betawi. Kue ini tergolong kue kering dengan tekstur renyah dan garing. Jajanan kuno ini bentuknya cantik sama seperti namanya yang berarti bunga bergoyang.

Makanan ini berbahan tepung beras atau tepung ketan. Kue ini mendapat julukan kembang goyang karena kala membuat harus digoyang hingga adonan terlepas dari cetakannya. Kini jajanan tradisional ini sulit didapati namun kamu bisa memesannya secara online.

Varian dari kue kembang goyang kini mulai bermunculan. Dari segi rasa dan warna sudah banyak berkembang. Kamu bisa beli di toko online Kembang Goyang Mini dengan harga Rp 44.000 untuk satu kilogramnya.

Tape Uli

Sumber gambar www.bukalapak.com

Jajanan tradisional dari Jakarta lain yang wajib kamu coba adalah tape uli. Makanan ini kombinasi dari tape dan uli. Maka tak heran jika dari segi rasa jadi legit dan manis. Banyak disukai semua orang karena rasanya unik.

Makanan ini biasanya disajikan kala lebaran tiba. Umumnya makanan ini dihidangkan juga pada acara selamatan atau hari besar. Makanan ini hingga sekarang masih berusaha untuk dilestarikan.

Sebagai simbol silaturahmi, tape uli banyak dipilih jadi oleh-oleh. Kamu bisa pesan sepaket tape uli khas Betawi Mak Yaya. Sepaketnya terdiri dari stoples tape ketan hitam dan 3 lonjor uli ketan putih. Harganya Rp 80.000 dan kamu bisa membelinya di Tokopedia.

Biji Ketapang

Sumber gambar bisikan.com

Ketapang merupakan nama sebuah pohon dengan daun lebar. Pohon ketapangnya besar dan nyaman untuk jadi pohon peneduh. Batang pohon menjalar ke samping dan buah ketapangnya berwarna hijau.

Di Jakarta ada jajanan tradisional bernama biji ketapang, lho. Jajanan ini biasanya ditemukan kala hari raya atau perayaan hari besar. Kue ini rasanya enak dan pasti bikin kamu ketagihan kala memakannya.

Kalau berkunjung ke Jakarta jangan sampai melewatkannya, ya. Kamu bisa membeli jajanan ini satu kilonya dengan harga Rp 45.000 di Bukalapak.

Semprong

Sumber gambar www.berrykitchen.com

Jajanan bernama semprong ini teksturnya renyah banget. Dengan rasa khas, kue ini bentuknya silinder panjang mirip pipa. Namun kini juga bisa ditemui semprong dengan bentuk persegi panjang dan segitiga.

Kue ini awalnya diperkenalkan Bangsa Portugis ke Indonesia. Selanjutnya kue ini dimodifikasi dengan bahan dan rasa khas Indonesia. Kue ini biasa disajikan dalam berbagai perayaan dan juga acara syukuran.

Kue semprong juga bisa dengan mudah didapatkan di toko oleh-oleh. Kamu bisa mendapatkan kue ini di Tokopedia dengan aneka rasa. Setiap rasa memengaruhi harganya. Kamu bisa beli kue semprong dengan harga mulai dari Rp 27.000 untuk 30 buahnya.

Kerak Telor

Sumber gambar travel.tribunnews.com

Jajanan khas Jakarta ini banyak diburu sekarang ini. Rasanya nikmat dan enak dimakan selagi hangat. Abang-abang penjual kerak telor saat ini makin sulit ditemukan. Namun penjual kerak telor ini biasanya hadir kala ada event besar di Jakarta.

Kerak telor adalah makanan paling khas dengan cita rasa ala Betawi. Cara memasaknya khas karena wajannya yang cekung dibalik untuk mematangkan sisi dalamnya. Makanan berbahan dasar beras ketan ini sudah lama dikenal di Indonesia.

Makanan ini hadir dalam dua varian yakni ada yang memakai telur ayam, ada yang memakai telur bebek. Harga dari seporsi kerak telor ini mulai dari Rp 15.000.

Kue Rangi

Kue satu ini juga legendaris dan bisa dibilang jajanan khas Jakarta. Kue ini sudah ada sejak era 90-an dan banyak disukai karena rasanya yang legit. Umumnya makanan ini disajikan dengan pasta gula jawa sehingga menimbulkan rasa unik yang nikmat.

Kue ini mudah ditemukan di pinggir jalan karena banyak yang berjualan. Kue ini berbahan tepung sagu yang dicampur kelapa parut. Selanjutnya dicampur garam baru dicetak hingga matang.

Kue ini unik rasanya karena dimasak memakai kayu bakar. Kue ini bisa dibeli di Tokopedia dengan harga Rp 7.000.

Geplak Betawi

Sumber gambar www.indonesiakaya.com

Kue ini bisa dibilang jarang ditemukan sekarang ini. Namun jajanan khas Jakarta ini dulunya begitu digemari. Makanan ini memiliki tekstur lembut dan pasti mudah dikunyah. Dengan rasa manis kue ini akan bikin kamu ingin lagi.

Kue ini sering menjadi salah satu kue hantaran pengantin. Berbahan beras yang digiling menjadi tepung, baru diolah. Makanan ini dicampur dengan kelapa dan gula lalu diaduk menjadi satu.

Geplak memang tak mudah dibuatnya. Namun rasanya yang nikmat pasti bikin ketagihan. Bisa dibeli di Bukalapak dengan harga Rp 20.000.

Asinan Betawi

Sumber gambar jakartakita.com

Asinan betawi juga wajib dicoba kala berwisata kuliner. Makanan satu ini memang unik pembuatannya karena harus diacar dulu atau dengan menambah garam dan cuka. Bahan yang digunakan bisa berupa sayuran segar dan buah segar.

Makanan asinan ini sebenarnya adalah hasil kombinasi Budaya Betawi dengan Budaya Cina. Dengan sambal kacang dan gula merah, asinan menjadi semakin digemari. Makanan ini akan makin lengkap kalau makannya bersama dengan kerupuk dan kacang goreng.

Makanan asinan Betawi bisa jadi makanan favorit kamu. Untuk mencicipinya bisa lewat Tokopedia dengan membayar Rp 20.000.

Kue Cincin

Sumber gambar resepkoki.id

Kue cincin mirip dengan donat bentuknya karena berlubang di tengah. Kue ini memiliki rasa manis dengan tekstur lembut. Jajanan khas dari Jakarta ini memakai gula merah sebagai bahan utama.

Kue ini rasanya khas kue zaman dahulu. Memang bahannya sederhana namun rasanya sangat nikmat. Kamu bisa menjajal kue ini dengan harga 1 paknya Rp 10.000 di website Pasar Minggu.

Putu Mayang

Sumber gambar nasiudukbetawi.com

Berbahan tepung kanji kue ini dibentuk mirip mi. Makanan ini dikonsumsi dengan santan kelapa dan kucuran air gula jawa. Rasanya nikmat dan mengenyangkan pastinya bikin ketagihan.

Kue khas Betawi ini menjadi camilan tradisional. Pembuatannya dengan cara mencampurkan tepung kanji dengan air panas lalu diberi pewarna sesuai selera. Selanjutnya dicetak berbentuk mie baru dikukus 20 menit.

Kue ini nikmat dimakan hangat dan pasti bikin kamu ingin nambah. Bisa dibeli di Tokopedia dengan harga Rp 15.000.

Kue Talam

Sumber gambar jegemi.com

Kue talam adalah salah satu jajanan tradisional dari Jakarta. Kue berbahan tepung terigu dan tepung beras ini memiliki rasa manis. Teksturnya lembut dan membuat kue ini banyak disukai.

Kue ini memiliki aroma pandan yang wangi. Menggoda untuk dicoba dan rasanya manis bercampur gurih dari santan. Kue ini hadir dalam beberapa varian menarik.

Kue talam juga ada yag berbahan kentang maupun ubi sehingga memiliki rasa yang khas. Kamu bisa membeli seharga Rp 3.000 untuk per buahnya di Tokopedia.

Kue Ape

Sumber gambar www.bandungdiary.id

Kue ape ini dari segi bentuknya mirip dengan serabi. Dengan bahan dasar terigu makanan ini memiliki bentuk unik. Tekstur jajanan khas Jakarta ini garing dan renyah pada pinggirnya.

Jajanan ini bisa dibeli di pasar maupun di pinggir jalan. Kue yang tipis ini bagian tengahnya memiliki tekstur basah dan sedikit tebal. Uniknya kue ini dilengkapi topping baik berupa keju atau meses sehingga menambah lezat makanannya.

Umumnya kue ini memiliki warna hijau namun kini sudah banyak variasi lainnya. Kue ini bisa dibeli di kawasan Sabang di Jakarta Pusat. Kue ini bisa kamu nikmati dengan harga Rp 2.000.

Kamis, 26 Desember 2024

16 Makanan Khas Jawa Tengah yang Menggugah Selera


 

"Jawa Tengah termasuk provinsi yang memiliki kekayaan budaya, tradisi, dan kuliner yang menarik. Ada banyak makanan khas Jawa Tengah yang wajib Anda coba, apa saja?"

Perpaduan rasa manis, gurih, pedas, dan asam dalam berbagai hidangan tradisional Jawa Tengah selalu berhasil menarik perhatian para pecinta kuliner. Apakah Anda salah satunya?

Jangan lupa membawa cukup uang tunai saat ingin merasakan kelezatan makanan khas Jawa Tengah langsung dari daerah asalnya. Anda bisa menggunakan  yang memberikan bebas biaya tarik tunai.

16 Makanan Khas Jawa Tengah










Berikut beberapa makanan khas Jawa Tengah yang wajib dicoba, beserta kisaran harga terbarunya:

  1. Soto Kudus
  2. Soto kudus merupakan salah satu makanan khas Jawa Tengah yang terkenal dengan kelezatannya. Soto kudus identik dengan kuah kaldunya yang bening, ringan, dan segar.

    Kuah beningnya yang kaya rempah, suwiran ayam yang empuk, dan perkedel kentang yang gurih berpadu sempurna dalam mangkuk soto yang hangat. Tak heran, soto kudus menjadi favorit banyak orang.

    Satu porsi soto kudus biasanya dibanderol dengan harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 20.000. Harga ini sudah termasuk nasi putih, soto, dan perkedel.

  3. Garang Asem
  4. Garang asem merupakan makanan khas Jawa Tengah, khususnya daerah Kudus dan sekitarnya. Sup yang isiannya daging ayam atau ikan ini memiliki cita rasa asam khas dari penggunaan belimbing wuluh.

    Selain itu, rasa garang asem juga identik dengan pedasnya cabai rawit dan berbagai rempah-rempah yang menggugah selera. Tertarik mencobanya? Harga garang asem umumnya berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 30.000 per bungkus.

  5. Rondo Royal

  6. Rondo Royal adalah makanan khas Jawa Tengah yang dibuat dari fermentasi singkong dengan ragi khusus selama beberapa hari hingga mengeluarkan aroma khas dan berubah teksturnya.

    Perpaduan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam menciptakan sensasi unik saat menyantap jajanan ini. Rasa manis dan sedikit asam dari tape menambah cita rasa yang khas rondo royal.

    Anda dapat menemukan makanan khas Jawa Tengah ini di berbagai sudut kota Jepara, mulai dari pedagang kaki lima hingga pasar tradisional dengan harga mulai dari Rp 1.000 per biji.


  7. Getuk

  8. Hidangan yang terbuat dari singkong ini memiliki rasa yang manis dan legit, sehingga menjadi camilan favorit banyak orang.

    Getuk tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan manfaat dan kandungan gizi dari bahan utamanya. Harga gethuk relatif murah, berkisar Rp 5.000 hingga Rp 25.000 per kotak.

  9. Nasi Grombyang

  10. Nasi khas Pemalang ini sekilas tampak seperti rawon karena sama-sama memiliki kuah kehitaman dari kluwek. 

    Bedanya, nasi grombyang kuahnya lebih encer dan disajikan hanya dengan daun bawang dan taburan bawang merah. 

    Harga nasi grombyang terbilang cukup terjangkau. Anda bisa merasakan makanan khas Jawa Tengah ini dengan harga sekitar Rp 10.000 - Rp 15.000 per porsi.

     

  11. Soto Sokaraja

  12. Bepergian ke daerah Banyumas rasanya belum lengkap tanpa mencicipi nikmatnya Soto Sokaraja. 

    Soto Sokaraja merupakan sajian soto dengan ciri khas penggunaan ketupat, serta penambahan bumbu kacang yang gurih. Banyak rumah makan yang menyajikan Soto Sokaraja. 

    Di daerah asalnya, semangkuk soto sokaraja dibanderol dengan harga sekitar Rp 10.000 - Rp 15.000. Harga Soto Sokaraja mungkin sedikit lebih mahal di luar Banyumas.

     

  13. Tempe Mendoan

  14. Sesuai namanya, makanan khas Jawa Tengah ini terbuat dari tempe yang dibalut tepung dan digoreng setengah matang. Tempe mendoan memiliki tekstur renyah di luar, namun lembut di dalam.

    Harga makanan khas Jawa Tengah ini terbilang murah dan terjangkau. Anda bisa menemukan tempe mendoan di warung makan, kedai kopi, atau bahkan di gerobak kaki lima dengan harga mulai dari Rp 1.000 per potong.

     

  15. Nasi Gandul

  16. Nasi gandul adalah nasi putih yang disiram dengan kuah berbumbu kluwek dan daging sapi yang empuk. Makanan khas Jawa Tengah ini berasal dari daerah Pati yang disajikan dengan perkedel, tempe goreng, dan sambal.

    Asal usul nama nasi gandul cukup menarik. Dalam bahasa Jawa, gandul memiliki arti menggantung. Dinamakan demikian karena para penjual nasi gandul dahulu menjajakan dagangannya dengan cara dipikul.

    Jika ingin mencoba nasi gandul, Anda dapat menemukannya di daerah asalnya, yaitu Pati. Di sana, banyak warung makan sederhana yang menyajikan nasi gandul dengan harga mulai dari sekitar Rp 10.000.

     

  17. Mie Ongklok

  18. Makanan khas Jawa Tengah selanjutnya yang wajib dicoba adalah mie ongklok. Hidangan ini berasal dari daerah Wonosobo yang menjadi salah satu daya tarik utama daerah ini.

    Mie ongklok terbuat dari mie kuning basah yang disajikan dengan kuah kental berbahan dasar ebi dan kol. Kuahnya memiliki rasa gurih dan sedikit manis yang khas. 

    Seporsi mie -ongklok biasanya dilengkapi dengan potongan daun kucai, dan sate sapi sebagai pelengkap. Anda bisa menemukan mie ongklok mulai dari harga Rp 10.000 hingga Rp 20.000 per porsi.


     

  19. Lumpia Semarang

  20. Lumpia Semarang menjadi salah satu ikon makanan khas Jawa Tengah yang wajib Anda coba. Perpaduan renyah kulit lumpia dan isian gurih rebung, telur, dan daging ayam atau udang menjadikannya banyak dicari oleh wisatawan.

    Bagi Anda yang ingin menikmati makanan khas Jawa Tengah ini saat menjelajahi wisata Semarang, kedai kaki lima dan warung makan tradisional adalah pilihan tepat. 

    Di tempat-tempat ini, Anda bisa menemukan lumpia dengan harga harga bersahabat mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per biji.

     

  21. Wajik

  22. Penggemar makanan manis wajib mencoba makanan khas Jawa Tengah yang satu ini. Di Jawa Tengah, wajik bukan sekadar jajanan biasa, tetapi juga bagian dari tradisi dan budaya yang diwariskan turun-temurun.

    Wajik khas Jawa Tengah memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang manis legit. Warna kuningnya yang khas berasal dari gula Jawa yang digunakan dalam pembuatannya.

    Wajik mudah ditemukan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Beberapa sentra wajik yang terkenal antara lain Magelang, Wonosobo, dan Semarang dengan harga mulai dari Rp 10.000 per bungkusnya.

     

  23. Brem

  24. Makanan khas Jawa Tengah yang satu ini ini terbuat dari sari tape singkong yang difermentasi dan dikeringkan. Rasanya yang manis legit dan teksturnya yang unik membuat brem digemari banyak orang.

    Brem banyak dijumpai di berbagai daerah di Jawa Tengah, seperti Wonogiri, Madiun, dan Yogyakarta. Masing-masing daerah memiliki ciri khasnya sendiri dalam pembuatan brem, sehingga menghasilkan rasa yang berbeda.

    Harga brem terbilang cukup terjangkau, berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 50.000 per bungkus. Anda bisa membeli makanan khas Jawa Tengah ini dengan mudah di toko oleh-oleh.

     

  25. Bakmi Jawa

  26. Bakmi Jawa merupakan salah satu hidangan mie dengan cita rasa yang menggugah selera para pecinta kuliner. Perpaduan mie kuning, ayam suwir, telur, kol, dan bumbu rempah menciptakan sensasi lezat yang tak terlupakan.

    Harga bakmi Jawa di Jawa Tengah terbilang cukup ramah di kantong. Di warung kaki lima, Anda bisa menikmati semangkuk bakmi Jawa dengan harga sekitar Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per porsinya.

     

  27. Tongseng

  28. Bagi pecinta kuliner pedas, tongseng adalah pilihan makanan khas Jawa Tengah yang tepat untuk memanjakan lidah. Tongseng terbuat dari daging kambing dan berbagai rempah-rempah.

    Berbeda dengan gulai, tongseng menggunakan bumbu rempah yang lebih berani dan proses memasak lebih singkat. Tongseng biasanya disajikan dengan nasi hangat, irisan kol, tomat, dan sambal.

    Anda bisa menemukan makanan khas Jawa Tengah yang satu ini di warung kaki lima dengan harga mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per porsinya.

     

  29. Nasi Megono

  30. Sajian nikmat khas daerah Pekalongan, Jawa Tengah ini merupakan olahan nasi yang disajikan bersama cacahan nangka muda yang telah dimasak dengan rempah-rempah.

    Makanan khas Jawa Tengah ini mudah ditemukan di hampir semua warung kaki lima dan restoran di daerah Pekalongan dengan harga sekitar Rp 20.000 per porsi.

     

  31. Tengkleng Gajah

  32. Makanan khas Jawa Tengah ini bukan daging gajah, melainkan tulang daging kambing dalam porsi besar yang disajikan dengan kuah gurih dan bersantan.

    Di warung Tengkleng Gajah, Anda bisa memesan menu seperti tengkleng gajah, tengkleng kuah gule, atau tengkleng gajah sambal bawang.

    Tengkleng Gajah berlokasi di Jalan Kaliurang KM 9,3, Minomartani, Sleman dengan harga seporsi mulai dari Rp 30 ribuan.

Berburu berbagai makanan khas Jawa Tengah di atas bisa menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Namun, pastikan Anda sudah membawa cukup uang tunai sebelumnya.